,

Suka Kaget Sedih Keren Kesel Ngakak Yajuga

9 Keterampilan Hidup yang Nggak Sengaja Kita Pelajari Gara-Gara Dota 2

Dari “multitasking”, respon, kerjasama, sampai.. bersosialisasi.

Kenapa kita nggak bosen-bosen main Dota 2?

Setiap orang punya alasannya masing-masing; ada yang karena merasa selalu tertantang, ada juga yang karena penasaran (misalnya pengen menguasai semua hero). Saya sendiri, selain karena suka sama game-nya, juga punya alasan yang sifatnya emosional. Waktu lagi kesel atau marah, saya akan ngancur-ngancurin lawan pake Earthshaker sampe puas. Kalo lagi sedih, saya mainin hero susah kayak Invoker buat mengalihkan perhatian.

Tapi, selain alasan-alasan pribadi tersebut, sebenernya kita terus main Dota juga karena ada banyak keterampilan penting yang, sadar atau nggak, kita pelajari. Dalam artikel ini, saya akan sebutin 9 di antaranya.


1. Multitasking

meepo

Multitasking (atau tugas ganda) adalah keterampilan dalam melakukan lebih dari satu tugas secara bersamaan. Emang sih, game lain banyak yang mengharuskan kita buat multitasking, tapi Dota beda. Bisa dibilang tingkat multitasking di Dota jauh lebih tinggi, karena selain harus terus mantau mini map, kita juga harus scouting di main map, dan ketika lagi team fight, kita mesti memperhatikan gerakan-gerakan lawan.

Emang sih, manusia nggak didesain buat bener-bener melakukan banyak kerjaan sekali waktu. Tapi, seenggaknya kamu jadi lebih tenang ketika tiba-tiba muncul kerjaan tambahan yang harus segera selesai.

2. Mengambil keputusan

windranger

Coba bayangin saat-saat kamu harus nentuin mau pake spell apa, atau antara pake sekarang atau nunda beberapa detik. Atau ketika Powershot dari Windranger lawan hampir kena, dan kamu mesti ngelakuin sesuatu biar gak kena. Saat-saat tersebut adalah “latihan” pengambilan keputusan yang diajarkan Dota ke kamu.

Pengambilan keputusan yang cepat dan tepat adalah keterampilan yang penting buat dimiliki, baik di Dota maupun kehidupan sehari-hari. Seringkali kamu punya pilihan yang terlalu banyak dan waktu yang terlalu sedikit, sehingga kamu harus membuat keputusan tepat dalam waktu yang singkat. Perbedaan antara keputusan yang tepat dan yang nggak bisa sampai hidup-mati lho.

3. Bersosialisasi

juggernaut sven

Dengan banyaknya pemain Dota (rata-rata 600 ribu pemain per hari), kamu tentunya diharuskan buat menghadapi berbagai tipe orang. Sebagai contoh, kalo kamu main lima match sehari, artinya kamu ketemu dan harus berurusan sama 45 orang yang berbeda usia, latar belakang sosial, pendidikan, dan pengalaman hidup. Kamu seharusnya bangga bisa kerjasama (dan menang) dengan orang asing sebanyak itu setiap hari. Di luar Dota, agak susah buat berharap kamu bisa mencapai tujuan bersama sesering itu.

Baca juga:  Scammer, Pro, dan Noob: 7 Jenis Pemain di Growtopia

Siapa yang bilang bersosialisasi harus keluar rumah?

4. Respon cepat

bloodseeker

Kamu ngeliat Sand King lawan lagi siap-siap ngeluarin ulti, dan dalam sekejap nge-blink ke deket dia dan langsung silence ultinya. Akhirnya, tim kamu pun terhindar dari AOE damage yang cukup gede. Pertanyaannya: kok bisa? Jawabannya adalah karena respon kamu udah dilatih sama ribuan jam sesi main Dota. Gokil kan?

5. Koordinasi Mata-Tangan

invoker

Selain respon, kemampuan kamu buat mengontrol hero sehingga bisa bermain GG juga nunjukin bahwa kamu punya koordinasi mata dan tangan yang baik. Di awal main Dota dulu, kamu mungkin masih liat-liat ke arah keyboard sebelom pake spell. Ya kan?

Hal tersebut terjadi karena kamu masih belom bisa membuat informasi dari mata “satu kata” dengan gerakan tangan. Semakin lama kamu main, semakin gampang bagi kamu buat memahami informasi dari mata dan melakukan gerakan tangan yang tepat.

Di kehidupan sehari-hari, koordinasi mata dan tangan penting dalam melakukan kegiatan kayak olahraga atau main alat musik.

6. Manipulasi

dark seer

Nggak perlu takut. Manipulasi di sini bukan berarti nipu atau ngerugiin orang lain. Manipulasi yang dimaksud adalah menguasai pikiran lawan, sehingga mereka mau-mau aja ngikutin “perintah” kita.

Dalam game, Dota ngasih kita banyak banget kesempatan buat melatih keterampilan manipulasi, kayak juking, warding, atau smoking. Kegiatan memanipulasi ini nggak cuma berlangsung sekali-sekali, tapi selama match berlangsung, dari drafting sampe ada tim yang kalah. Makin jago kamu dalam menguasai pikiran lawan, makin gampang bagi kamu buat menangin match.

Kemampuan manipulasi yang baik biasanya dimiliki sama orang yang duduk di jabatan tinggi, kayak bos. Mereka harus bisa bikin bawahan patuh tanpa banyak bertanya atau ngerasa disuruh-suruh. Jadi, kalau nanti kamu diomelin orang tua karena kebanyakan main Dota, bilang aja kamu mau jadi bos.

Palingan diusir dari rumah.

7. Keterampilan spasial

nature's prophet

Keterampilan spasial adalah kemampuan untuk memahami apa yang terjadi di sekitar kita. Misalnya, kamu lagi farming sendirian, terus nyadar bahwa tim lawan sama sekali nggak keliatan. Tanpa berpikir panjang, kamu kepikir tiga kemungkinan: 1) mereka akan tiba-tiba nyerang kamu 2) lagi ada di Roshan, atau 3) lagi ada di bagian lain di map yang nggak bisa kamu lihat. Kemampuan kamu untuk menyadari ketiga kemungkinan ini adalah bagian dari kemampuan spasial, yang membantu kamu memutuskan harus apa selanjutnya.

Baca juga:  Sebagai Pemain Dota, Kamu Adalah Entrepreneur yang Baik

Di luar Dota, keterampilan spasial yang baik bisa bikin kamu nggak gampang nyasar atau, yang lebih penting, nggak dikit-dikit kesandung. Orang yang “jago” dalam keterampilan spasial juga akan mampu menggambar peta dengan lebih akurat.

8. Menyusun strategi

chen

Dota 2 adalah salah satu game strategi terbaik di dunia. Perlu dijelasin lebih lanjut?

Iya, kita emang perlu banget milih hero yang tepat, tapi kalo cuma ngandelin skill aja, jangan harap bisa menang. Strategi memainkan peran yang nggak kalah penting di sini. Bisa dibilang, kemenangan tanpa strategi adalah hoki semata.

Dalam kehidupan nyata, keterampilan dalam menyusun strategi akan banyak membantu kamu menyelesaikan masalah. Kamu juga bisa menghemat banyak waktu karena pekerjaan lebih cepat selesai–semua karena kamu terbiasa berpikir strategis.

9. Kerja sama tim

weaver

Kayaknya ini cukup jelas ya. Sebagai game, Dota lebih deket ke sepakbola dibanding, misalnya, ular tangga, karena kamu punya tim dan sebuah tujuan bersama. Dengan kemampuan kamu dalam berhadapan sama berbagai jenis orang, tentunya kemampuan kerja sama kamu juga meningkat.

Keterampilan bekerjasama nggak bisa dipandang remeh lho. Di manapun kamu berada, dalam konteks apapun, kamu pasti butuh bekerja sama. Di sekolah atau kampus, seenggaknya ada satu pelajaran yang tugasnya dikerjain berkelompok. Di dunia kerja, keterampilan ini lebih penting lagi, bahkan sampai menentukan apakah kamu diterima kerja atau nggak.


Di luar yang sembilan ini, sebenernya masih ada banyak keterampilan yang nggak sengaja kita pelajari dari main Dota, dan nggak kesebut karena ya namanya juga nggak sengaja. Kalo kamu mau menambahkan, atau punya pendapat yang berbeda, silakan tulis di kolom komentar. Saya tunggu!

Artikel ini diterjemahkan secara bebas dari Great Things that You Learn from Dota 2 oleh Ali “AnaaR_Ka_JuiCe” Ahmad di DotaInternational.com dengan beberapa penyesuaian.

What do you think?

2 points
Upvote Downvote

Total votes: 4

Upvotes: 3

Upvotes percentage: 75.000000%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 25.000000%

Ditulis oleh mer0

suka membuat

Kolom Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

Comments

comments

sumail 1 juta dollar

Suma1L: Bocah Satu Juta Dollar yang Mengejutkan Dunia

tutorial main growtopia untuk pemula noob

Tutorial Growtopia dari Pemula untuk Pemula (Bagian 1)