,

Suka Kaget Sedih Keren Kesel Ngakak Yajuga

Kamu Penjual? Waspada Buyer Abuse!

Dunia jual beli online emang keras, jadi kamu harus sangat, sangat waspada.

Penipuan yang dilakukan oleh pihak pembeli, atau istilah kerennya buyer abuse, adalah jenis penipuan yang dipandang sebelah mata, alias diremehin.

Alasannya, orang udah terlanjur punya konsep bahwa penipuan dalam jual beli online cuma dilakukan sama penjual. Padahal, korban buyer abuse mengalami kerugian yang sama besarnya sama penipuan versi penjual, bahkan mungkin lebih gede.

Kalo kamu penjual, artikel ini untuk kamu.

Modus yang paling umum yang bisa aku temuin dalam buyer abuse adalah pembeli yang ngaku-ngaku udah transfer. Biasanya, mereka minta barang segera dikirim, setelah sebelumnya ngirim bukti transfer–yang tentu saja palsu. Penjual yang nggak jeli (atau barangkali terlalu menghargai pembeli) bakal terdorong untuk ngikutin maunya pembeli, dan akhirnya tertipu.

ilustrasi chat penipu
Chatting sama pembeli yang nipu

Kasusnya udah banyak. Percaya deh.

Sebenernya, udah banyak situs jual beli online di Indonesia yang sadar akan fenomena ini. Mereka pun menjadikan notifikasi transfer otomatis sebagai fitur layanan wajib. Dengan begitu, penjual bisa langsung tahu apakah pembeli udah ngirim uang atau belum. Artinya, selama notifikasi belum muncul, penjual nggak berkewajiban untuk ngirim barang.

Ini nih bagian yang paling bahaya. Inget, jangan pernah memproses transaksi sebelum kamu yakin uang udah dikirim. Setiap ada klaim transfer, segera cek ke situs jual beli kamu. Kalau perlu, hubungi aja customer service-nya.

Baca juga:  Ngobrol Bareng Dony, Pemilik Veiksme Store: Dari Fashion ke Virtual Item

Kenapa? Karena orang yang niat nipu, mau penjual atau pembeli, akan mencoba berbagai macam cara untuk meyakinkan kamu. Beberapa dari mereka bahkan rela “keluar modal” demi melancarkan niat jahatnya.

Udah pernah baca artikel success story dari Nikki Shopz kan? Di situ Nikki ngaku pernah hampir ketipu jutaan rupiah. Modus si penipu adalah ngirimin bukti transfer palsu (editan). Ini cerita lengkapnya:

Jadi biasa ada orang chat aku, bilangnya mau beli Diamond Lock. Bilangnya sih mau borong banyak. Dia mengaku sudah transfer lewat virtual account, terus kirim buktinya ke aku. Cuma, waktu aku cek riwayat pemesanan, tidak ada pesanan baru. Masalahnya, orang itu bersikeras kalau dia sudah bayar. Harusnya kan kalau sudah bayar pesanan akan muncul notifikasi. Akhirnya aku diamkan saja.

Dalam kasusnya, Nikki selamat karena dia nggak langsung percaya sama klaim pembeli. Ketika ada yang bilang udah transfer, Nikki ngecek ke situs jual belinya. Dia nggak begitu aja percaya, mau sekeras apapun tekanan dari pembeli. Terbukti, keputusannya tepat.

Kamu juga bisa kok terhindar dari buyer abuse. Kuncinya adalah nggak terlalu mudah percaya dan memahami aturan pemakaian situs jual belinya. Penjual juga dilindungi, kok.

Baca juga:  Inilah 6 Tipe Orang yang Melakukan Jual Beli Item Game. Kamu yang Mana?

Stay safe!

What do you think?

8 points
Upvote Downvote

Total votes: 12

Upvotes: 10

Upvotes percentage: 83.333333%

Downvotes: 2

Downvotes percentage: 16.666667%

Ditulis oleh Clara

Mulai kenal game lewat Counter Strike, (dulu) sering bolos sekolah demi Ragnarok Online, dan sekarang main Dota 2 setiap pulang kerja. I define myself through gaming, so please talk game to me 😎

Kolom Komentar

Leave a Reply
  1. Saya baru dibtipu penjual dengan id. Happy games. Apa di itemku tidak ada tempat buat pengaduan?

  2. buat penjual kalo bisa jangan langsung percaya kpd buyer, kalo buyer bilang udh transfer/segala macem mending cek dulu deh, klo pembayaran udh masuk baru kirim dagangannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

Comments

comments

geiger counter growtopia indonesia

Geiger Counter, Detektor Radiasi ala Growtopia

sumail 1 juta dollar

Suma1L: Bocah Satu Juta Dollar yang Mengejutkan Dunia