,

Suka Kaget Sedih Keren Kesel Ngakak Yajuga

Menjadi Pemain Profesional: 15 Hal yang Harus Kamu Ingat dan Lakukan (Bagian 2)

Akhirnya, yang kalian tunggu dateng juga. Ya, selamat datang di bagian kedua dari seri tips menjadi pemain pro. Untuk kamu yang belum baca bagian pertama, ada baiknya kalau baca dulu.

Udah siap? Sikat!

Ini Dota, bukan COD

Nggak kayak solo FPS macam Call of Duty, kemenangan kamu di Dota cuma bisa ditentukan oleh kerjasama tim. Ketika tim kamu berantem, hilanglah kesempatan kamu buat menang. Gampangnya: kamu akan selalu butuh bantuan tim.

Menjadi carry yang baik nggak akan menjadi kemenangan. Meskipun kamu punya “tanggung jawab” untuk mengalahkan lawan, kamu tetep butuh, misalnya, tanker untuk menyerap damage. Bahkan damagedamage kecil dari spell temen kamu akan bermanfaat sangat besar.

 

Biasakan main combo

Kamu pasti tahu combo legendaris antara Dendi dan Puppey (Na`Vi) di The International 3. ComboFountain Hook” antara Meat Hook Pudge dan Test of Faith Chen sangat OP sampai banyak yang ribut. Meski begitu, kamu nggak harus main combo serumit Fountain Hook untuk jadi pemain pro. Selain susah dan berisiko tinggi, bermain combo-combo kecil aja udah cukup kok. Inget, Dota sangat bergantung pada permainan tim.

 

Item build itu tergantung situasi

Semua item yang ada di Dota bersifat situasional, alias tergantung situasi. Di satu situasi, sekumpulan item jadi wajib kamu pakai, sedangkan di situasi lain kamu harus menghindari itemitem tertentu. Semua tergantung bagaimana kamu mau main, atau bagaimana kamu mau meng-counter lawan.

Oke, contoh. Katakanlah kamu main Magnus. Item build yang terdiri dari Arcane Boot, Dagger, Force Staff, Refresher Orb, Assault Cuirass, dan Vladimir Offering menyiratkan bahwa kamu akan cenderung bermain support. Di sisi lain, kalau kamu pakai Power Treads, Battlefury, Deadlus, Assault Cuirass, Monkey King Bar, dan Mask of Madness, artinya kamu akan main carry.

Pelajari komposisi tim lawan, lalu lihat apa yang tim kamu butuh: carry-kah atau justru support. Setelah itu, barulah kamu bisa menentukan item build.

Jangan urakan dalam team fight

pemain profesional 03

Kamu akan hampir selalu mati kalo nekat 1v1 dalam team battle. Saking krusialnya, keputusan kamu untuk “tarkam” bisa bikin tim kamu kalah.

Oke, contoh lagi. Misalnya, salah satu temen kamu lagi di-gank. Dalam situasi ini, kamu nggak boleh buru-buru bantuin. Sebaiknya, lakukan analisis untuk mengetahui apakah temen kamu itu cukup “pantas” untuk diselamatkan, misalnya berstatus sebagai support atau satu-satunya carry dalam tim.

Dalam turun ke team fight, kamu juga harus memastikan bahwa kamu nggak ngorbanin diri. Kalo temen kamu itu bukan support atau satu-satunya carry, atau kamu punya kemungkinan besar untuk mati ketika turun ngebantu, lebih baik biarin dia mati dan fokus jaga tower dan base.

Pemain pro selalu serius

Kalau kamu bener-bener mau jadi pemain pro, jangan pernah ngeremehin aspek apapun dari Dota. Kamu pasti pernah mengalami game yang udah hampir pasti dimenangin, tapi gara-gara satu kesalahan konyol malah kalah. Menghadapi team fight dengan sembrono kayak di poin sebelumnya adalah salah satu kesalahan konyol paling umum.

Belajar dari pro game dan replay

Apa lagi cara yang lebih baik daripada belajar dari pemain pro?

Banyak banget yang bisa kamu pelajari dengan nonton rekaman pertandingan atau streaming pertandingan pro. Sebagai contoh, kamu bisa belajar ngendallin Storm Spirit dengan nonton video-video Suma1L. Atau pemain-pemain terbaik lain. Jangan tanggung-tanggung dengan nonton pertandingan yang cuma antarkota, atau bahkan nasional, karena nggak banyak yang bisa kamu pelajari dari sana.

Sebagai tambahan, kamu juga harus membiasakan nonton replay pertandingan kamu sendiri. Dengan begitu, kamu jadi tahu apa yang jadi kebiasaan buruk (yang bikin kamu susah menang) dan hal-hal lain yang bisa ditingkatkan. Yakinlah bahwa kamu akan kaget sama jumlah kesalahan yang kamu buat, yang bahkan kamu sendiri akan mengakui bahwa kesalahan itu konyol.

Jangan buang-buang waktu

Salah satu kebiasaan yang juga dimiliki pemain pro adalah nggak menunda permainan. Maksudnya, ketika ada kesempatan untuk menaklukkan ancient, mereka segera melakukannya. Buat apa repot-repot ngancurin barrack atau tower di top dan bottom lane kalau kamu bisa langsung ke mid? Kesempatan nggak akan datang dua kali.

Kesalahan ini terjadi di game terpanjang antara Cloud9 dan SFZ yang dibahas di bagian 1. Cloud9 nggak segera memanfaatkan kesempatan mereka untuk finish early, dan “dihukum” dengan nggak lagi mendapat kesempatan itu. Dan kalah.

Jangan ada kill steal di antara kita

pemain profesional kill steal

Kamu pasti udah terbiasa dengan sikap banyak orang soal kill steal. Atau mungkin kamu sendiri yang punya kebiasaan ngatain “sampah” ke mereka yang hobi KS.

Perlu kamu inget ya: biasanya, menghakimi pelaku KS terjadi di pertandingan-pertandingan tingkat rendah. Kenapa? Bagi pemain pr, hal yang terpenting adalah bagaimana tim bisa meraih kemenangan. Artinya, nggak peduli siapa yang dapet last hit, fokusnya adalah memastikan hero lawan mati.

Tapi, ini bukan berarti carry di tim kamu nggak boleh ambil last hit ya. Kamu hanya nggak boleh terlalu cengeng soal bunuh-membunuh; begitu ada kesempatan, sikat.

Hanya saja, emang ada saat-saat yang memungkinkan support untuk menghindari KS, dan ngasih kesempatan carry untuk melakukannya. Nah, di saat seperti itu, hindarilah KS karena jelas carry lebih butuh. Sebaliknya, kalau kamu main sebagai carry, jangan ragu untuk KS. Inget, Dota adalah team game.


Demikianlah bagian penutup dari seri ini. Mudah-mudahan kamu terinspirasi dan bisa jadi pemain pro yang membanggakan. Saya nggak mengecilkan arti dari latihan keras, tapi kayak yang saya bilang di bagian 1, latihan aja mungkin nggak cukup.

Sebelum menutup, ada tips praktis yang bisa kamu biasakan.

  • Pelajari cara quick cast. Kebanyakan pemain profesional lebih suka pakai quick cast karena bisa menghemat waktu.
  • Kalau tim lawan punya lebih banyak carry, cobalah untuk mengakhiri permainan sesegera mungkin. Semakin lama kamu menunda, carry lawan akan semakin fat dan kamu cuma akan bisa menyesal.
  • Meskipun sama-sama krusial, utamakan carry dibanding support. Kalau kamu adalah carry dan support kamu di-gank, ada baiknya kamu menghindar.
  • Nggak perlu jadi carry untuk mewajibkan diri farming. Nggak ada gold yang nggak berguna.
  • Jaga semangat tim. Jangan cepat menyerah karena lawan bisa membuat kesalahan.
  • Ini yang paling penting: jangan emosian. Kalau kamu kalah berturut-turut, jangan segera main cuma demi memuaskan nafsu. Selain kemungkinan besar akan kalah, kamu nggak dapet apa-apa kecuali makin kesel. Main dengan tenang dan pasti permainan kamu meningkat.

Semangat ya!

Baca juga:  Inilah Hero-Hero Paling Bikin Pengen Rage Quit di Dota 2

What do you think?

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Ditulis oleh mer0

suka membuat

Kolom Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

Comments

comments

pilkada dki dota

Gimana Jadinya Kalau Pilgub DKI Diadakan di Dunia Dota?

7 jenis pemain growtopia indonesia

Scammer, Pro, dan Noob: 7 Jenis Pemain di Growtopia